Jasa Pemasangan dan Perbaikan Exhaust Fan Kandang Ayam Modern
CV. DWIEKA TEHNIK KLATEN melayani jasa instalasi dan perawatan atau perbaikan exhaust fan dan sistem sirkulasi udara pada kandang ayam modern
Sirkulasi udara di dalam kandang ayam perlu diatur untuk mencegah efek samping akibat
sirkulasi yang buruk. Ayam tidak memiliki kelenjar keringat sehingga untuk
mengatasi kondisi suhu yang tinggi, tubuh ayam akan melakukan penguapan air
untuk mendinginkan suhu tubuhnya. Penguapan air terjadi di sepanjang membran
mukosa sistem pernapasan.
Suhu tinggi di atas
30°C, laju pernapasan ayam akan meningkat sehingga pernapasannya menjadi
terengah-engah. Kondisi tersebut dinamakan dengan panting. Ayam yang sudah
panting akan lebih sering minum untuk mempertahankan keseimbangan cairan di
dalam tubuh, tapi nafsu makan ayam justru malah berkurang.
Ayam yang panting bukan
merupakan pertanda dari kelelahan seperti manusia, tetapi merupakan pertanda
dari upaya untuk mengurangi panas tubuh internal dengan meningkatkan penguapan
air dari kantung udara.
Suhu kandang yang terlalu
tinggi juga menyebabkan banyak energi ayam yang berkurang karena energinya
digunakan hanya untuk mendinginkan tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan
pertumbuhan ayam menjadi terhambat.
Sementara itu, jika suhu yang
digunakan terlalu rendah, ayam akan berusaha menghangatkan tubuhnya dengan cara
meningkatkan produksi panas di dalam tubuhnya. Suhu yang terlalu rendah juga
dapat membuat banyak energi yang terbuang akibat produksi panas di dalam tubuh.
Suhu yang ideal untuk ayam
berada pada kisaran 18—24°C. Indonesia yang beriklim tropis memiliki kondisi
suhu sangat fluktuatif sehingga sulit membuat suhu kandang yang optimal bagi
pertumbuhan ayam. Oleh karena itu, peternak perlu mengatur sistem sirkulasi
udara di dalam kandang untuk mengatur pergerakan volume udara di dalam kandang
dengan menggunakan kipas angin.
Sirkulasi udara yang berjalan lancar dapat
membuat suhu di dalam kandang menjadi lebih stabil. Pertukaran udara kotor
dengan udara bersih terjadi dengan baik. Beberapa peternak sudah membuktikan bahwa dengan
menggunakan closed house mampu meningkatkan performa ternak dan
memiliki daya saing yang lebih baik. Sistem closed house merupakan suatu sistem kandang yang sanggup
mengeluarkan kelebihan panas, uap air, dan gas-gas berbahaya ( Karbon
Monooksida , Karbon Dioksida dan gas amoniak ) , tetapi disisi lain dapat menyediakan
kebutuhan Oksigen bagi ayam sehingga performa ayam bisa lebih optimal .
Perkembangan peternak yang menggunakan closed house, baik full closed house maupun semi closed house semakin hari semakin bertambah.
Tujuannya adalah meningkatkan performa ayam sehingga keuntungan peternak semakin besar. Terlebih
lagi tantangan cuaca (global warming atau pemanasan global) maupun perubahan genetik
menuntut kita untuk selalu berinovasi agar performa dan keuntungan kita semakin
meningkat.
Mengenal Tipe Kandang Tertutup
Closed house tipe tunnel
Tipe inilah yang paling banyak digunakan di Indonesia. Tunnel
atau terowongan, kandang tertutup tipe ini digambarkan seperti terowongan
dimana udara akan masuk dari bagian depan (inlet) dan akan ditarik ke belakang
mengalir sepanjang kandang dan dikeluarkan dengan bantuan exhaust fan.
Tipe tunnel ini pun dibagi menjadi dua, yaitu
tunnel dengan menggunakan cooling pad (full closed house) dan tanpa cooling pad
(semi closed house). Biasanya full closed house digunakan untuk daerah dengan
tingkat kelembapan rendah dan suhu tinggi. Sedangkan semi closed house biasanya
merupakan hasil upgrade dari kandang open house dan ingin mencoba beralih ke
kandang closed house.
Closed House
type cross
Exhaust
fan dipasang di sepanjang sisi kandang, dan inlet pada setiap
sisi yang berseberangan, sehingga udara bergerak tegak lurus terhadap panjang
bangunan. Jenis ini menghasilkan kecepatan angin yang rendah dan banyak
digunakan saat fase starter dan di daerah bersuhu rendah.
Meninjau
Ketidaksesuaian Suhu dan Kecepatan Angin
Gejala over heating seringkali terjadi
di umur 21 hari ke atas, saat tubuh ayam broiler sudah
semakin besar dan memproduksi panas sendiri. Umur ayam yang berbeda membutuhkan
suhu yang berbeda dan toleransi terhadap kecepatan angin yang berbeda pula
(Contohnya DOC = still air, 1
minggu = 0,5 – 1 meter/detik).
Salah
satu cara untuk mendinginkan suhu tubuh ayam yang telah memproduksi banyak
panas yakni dengan hembusan angin (wind
chill) yang diperoleh dari kecepatan angin dalam kandang (wind speed). Wind speed dalam kandang
dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya :
§ Kipas : kapasitas, kekencangan belt,
kebersihan blade, daya motor yang semakin
menurun seiring usia pemakaian, keseragaman antar kipas.
§ Kerapatan kandang : cek tirai samping yang berlubang atau lubang lain
(plafon, sambungan bangunan) pada kandang yang menyebabkan udara masuk melalui
lubang tersebut, bukan melalui inlet (cooling pad) pada bagian
depan kandang.
Ketidaksesuaian
kedua hal di atas dapat mengakibatkan turbulensi sehingga aliran udara dan
kecepatan angin dalam kandang tidak optimal. Kecepatan aliran udara di
kandang closed house dapat diukur menggunakan windmeter.
Kecepatan
angin maksimal dalam kandang adalah 3-4 meter/detik . Semakin tinggi kecepatan
angin, maka semakin besar efek penurunan suhu yang dirasakan tubuh ayam. Dampak
negatif kecepatan angin yang tinggi adalah menerbangkan debu-debu dari alas
kandang yang memicu gangguan pernapasan karena udara kotor yang berasal dari
debu. Selain itu, suhu efektif yang dirasakan ayam yang terlalu rendah akan
mengakibatkan berkurangnya konsumsi pakan ayam. Kondisi ini dapat
menyebabkan feed intake tidak tercapai.
Kecepatan
angin juga dipengaruhi oleh tirai kandang. Tirai kandang pada kandang closed house menutup
seluruh sisi kandang agar ayam terlindungi serta untuk mempertahankan suhu
udara dalam kandang. Tirai
ini akan mencegah terpaan angin langsung mengenai tubuh ayam.
📞 Hubungi Kami Sekarang
Konsultasikan kebutuhan sistem AC &
ducting dan Tata Udara
📍 CV. Dwieka Tehnik Yogyakarta
📱 WA/Telp: 0856-0407-6977
🌐 Website: www.ductingjogja.com
📧 Email: solusirefrigerasi@gmail.com


